Sunday, 24 August 2014

How are you there?

40 hari sudah, tidak kurang tidak lebih..
Apa kabarmu disana?
Kuyakin tenang sudah engkau bersamaNya..
Kuyakin disisi terbaikNya engkau ditempatkan..
Kuyakin hilang semua sakitmu sekarang..

Mak Ati..
Terima kasih telah melahirkan papa terbaik untukku..
Terima kasih telah membantu persalinan mamaku saat melahirkan aku..
Rasanya jika aku harus menuliskan satu persatu semua yang telah Mak Ati lakukan tidak cukup sehari aku menyelesaikan tulisan ini..
Tak terhitung..
Sungguh..

Dr jalan hidup mu saja, mengajarkan ku banyak hal..

Seorang single mother dengan 13 anak, yg tiada henti banting tulang untuk menafkahi mereka.
Luar biasa, baru kutahu betapa kuatnya seorang wanita saat aku melihat sosok mu..

Seorang bidan yang tidak pernah punya tarif..
Yg penting untukmu adalah menolong mereka bersalin.
Sungguh mulia, betapa aku sangat bangga padamu saat seorang ibu2 yang tak ku kenal berbisik sambil menangis didepan jenazahmu
"Ibu mah seueur pisan jasana"

Emtah berapa orang ibu yang kau bantu saat mereka melahirkan, ada yang membayar hanya dengan beras, ada yg membayar hanya dengan kain..
Bahkan tak jarang mereka melahirkan dengan cuma-cuma..
Semua semata karena keikhlasanmu membantu sesama..

Mak Ati,
Tak cukup disitu engkau berbuat, entah berapa banyak anak tidak mampu yang engkau bantu agar bisa masuk sekolah tanpa biaya.

Aku selalu ingat pesanmu,
Saat kita berdua sedang naik becak, saat itu aku masih kelas 4 SD.
Saat itu ada seorang ibu-ibu mengendarai sepeda motor.
"Kakak, kalau sudah besar harus bisa kaya ibu itu ya naik motor, kl bisa nyetir lebih bagus"
"Jadi perempuan harus mandiri"

Insyaallah mak ati, kakak akan ingat selalu dan akan selalu berusaha menjadi wanita mandiri...

40 hari sudah, sungguh aku rindu padamu sosok yang tidak pernah berhenti peduli kepada sesama.

Al fatihah...

Semoga Allah selalu menempatkan sebaik2 nya tempat untukmu,

Semoga Allah selalu memuliakanmu..

Kuyakin surga terbuka untukmu..

Aamiin...

:'( :'( :'(


Wednesday, 13 August 2014

Panggilan Hati

Hari ini tanggal 14 Agustus 2014, perasaan tidak nyaman semakin menyerangku. Mungkin ini saatnya aku harus melepaskan semua mimpi dan ambisi itu... Untuk menjadi sukses di kantor dan di rumah, untuk menjadi Ibu hebat sekaligus Accounting yang handal. Benar kata orang, we cant have a perfect life in 2 parts. We have to choose, and now is my turn. Sudah saatnya aku print surat itu, surat yang sudah lama aku rangkai dan tersimpan di folder pribadiku.

Resignation Letter.

Yes, I have to. Right now.

It isn't easy to do, I feel so hard to print it and give it to my boss.
I remember my mom said :

Jangan pernah berhenti kerja, Mama dari dulu selalu berusaha keras untuk kakak bisa sekolah tinggi, untuk punya pekerjaan yang bagus. Yang bisa membanggakan mama papa.

As the oldest child, I feel like I have a responsibility for my brother & sister also my parents.

In the otherside, my 15 months baby girl really needs me 24 hours, to keep her, teach a good thing to her this time is her golden age, she needs me not the nanny, also my hubby, his time work is uncommon. He is an service engineer for one customer to others customer. He is travel a lot, sometimes get a long holiday an dit is really bad when he is home, I'm working at office.

Sooooo... it is a 99% decision made! Bismillah, ya Rabb Engkaulah sebaik-baik Sang Maha Penentu dan Pemilih jalan hidup kami.

In the name of You, please bless me.